Self Improvement

Menjaga Lisan

Fakkir awalan, qobla takalam. Begitulah kutipan yang sering saya dengar ketika di pesantren dulu. Artinya, berfikirlah dahulu sebelum berbicara. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam” (H.R Bukhari dan Muslim).

Penting untuk diperhatikan bahwa setiap ucapan yang keluar dari mulut kita itu dipertanggung jawabkan. Tak jarang kita menyesali apa yang sudah kita ucapkan. saya juga tahu rasanya menahan berbicara kasar ketika sedang kesal atau emosi. Apalagi ketika masa pra menstrusasi (pms), seringkali mood berubah, tiba-tiba merasa kesal, hingga akhirnya mengucapkan kata-kata yang menyakiti perasaan orang di sekitarnya. Cara agar tidak mengucapkan kata-kata kasar ketika kesal atau emosi yaitu dengan mengucapkan “astagfirullahal ‘adzim”.

Kali ini saya tidak akan berbagi tips pentingnya menjaga lisan, Tapi saya akan memberikan kutipan ayat-ayat Al-Qur’an yang insya Allah dapat menjadi self reminder untuk kita menjaga lisan.

“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?. (Itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.” (QS. As-Saff 61: Ayat 2 dan 3)
“Mengapa kamu menyuruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedangkan kamu melupakan dirimu sendiri, padahal kamu membaca Kitab (Taurat)? Tidakkah kamu mengerti?” (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 44)
“Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Karena pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, semua itu akan diminta pertanggungjawabannya.”(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 36).

Last but not least, untuk teman-teman yang pernah hatinya atau perasaannya tersakiti oleh tindakan atau kata-kata yang saya ucapkan, khusus nya teman sekolah dan organisasi, saya mohon maaf. I’m really sorry, i regret it. Hope you can forgive me. Thank you.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *