Story

Jatuh Cinta

Angin berhembus di wajahku dengan lembut, bahkan burung pun menyapa dengan kicauan yang merdu, seakan mereka tau betapa bahagianya hati ini setelah melihat dia tadi. Setiap kali melihatnya, aku selalu merasa senang dan membuatku menjadi sedikit gugup ketika berada di dekatnya.
Aku duduk menyendiri di taman sekolah sambil mendengarkan musik dan memainkan laptopku, tiba-tiba saja dia lewat di depanku dan menyapa, “lagi ngapain?” aku terkejut dan merasa senang seraya menjawab, “eeh, bikin tugas PPt”, dia pun langsung mendekat ke arahku dan melihat laptopku, “ oh,, ini sih aku udah selesai, mau kubantu ?”. Ketika ia bertanya begitu hatiku sangat senang, namun aku harus tetap bersikap tenang, “ehh, makasih lohh, tapi aku bisa sendiri kok”, ia menjawab dengan santai dan sangat ramah “ohh okedeh,, kalo butuh bantuan jangan sungkan ya”, aku menjawab sambil mengangguk, “okehh”. Setelah itu dia lanjut jalan menuju ke kelas.
Walaupun hanya percakapan singkat, tapi aku merasa sangat senang bahkan hal seperti itu selalu teringat sepanjang hari ku, hingga aku sering sekali mimpi tentang dia. Tapi aku harus menahan dan menutupi perasaaan ini. Walaupun aku suka padanya sudah 2 tahun, tapi aku terus diam bahkan terkadang aku menghidari nya saat bertemu secara tidak sengaja atapun sengaja.
Aku tau perasaan suka ini normal, tapi aku ingin menjaga diriku dari hal-hal yang dapat membawaku ke jurang penyesalan. Aku masih SMA dan ini bukan waktunya untuk main cinta-cintaan atau pacaran sama orang yang aku suka. Aku percaya bahwa cinta setelah aku sukses dan menikah nanti akan lebih indah dari ini.
Hampir setiap malam aku mimpi dia, bagaimana tidak, setiap hari aku melihatnya. Kita satu kelas, satu organisasi dan ekskul, bahkan tahun lalu dia pindah rumah di daerah rumahku. Aku sering sekali melihat dan bertegur sapa dengan nya, tapi aku selalu menahan dan menutupi rapat-rapat semua perasaan suka, senang, bahagia ini. Aku selalu berdoa agar diteguhkan hati hanya kepada Allah dan segeralah sadar dari rasa cinta yang semu ini.

Nah, gimana ceritanya?, seru kan? hehe. Cerita barusan itu adalah karangan saya sendiri. Cerita itu sebenernya fiktif belaka sih. Ambil hikmahnya aja, semoga ada manfaatnya buat yang baca. Terima kasih sudah baca. 

 

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *